BAHAN BETON ASPAL
Beton adalah agregat yang dicampur dengan Portland
cement, karena proses kimia campuran ini menjadi keras dan membentuk
masa yang padat. Sedangkan aspal beton adalah beton dengan bahan
pengikat aspal yang dicampur dalam keadaan panas. Campuran panas terdiri
dari: aspal, batuan dan filler yang setelah diaduk diangkut dengan truk
ke lokasi pekerjaan, kemudian dimasukkan ke alat penghampar. Batuannya
berbentuk pasir, kerikil, batu yang dibagi sebagai agregat halus (pasir)
dan kasar. Filler atau mineral pengisi rongga udara pada campuran aspal
semen dengan agregat, antara lain semen portland, debu batu
kapur/karang yang dipecah.
Aspal semen adalah aspal yang diolah untuk
pengaspalan perkerasan jalan, ada yang keras dan setengah keras, dan
setelah dipanasi akan mencair. Bahan-bahan pembuatannya harus sesuai
dengan spesifikasi Dit.Jen. Bina Marga mengenai batuan, aspal dan
pencampurannya:
- agregat harus bergradasi baik, mempunyai sudut, bersih dan keras.
- Aspal harus sesuai: penetrasi titik nyala, jumlahnya, tidak berair dan terkontaminasi, viscositas dan ductilitas baik.
- Pencampuran dengan perbandingan dan temperatur tertentu, dan alat pencampur berjalan dengan baik.
Agar pencampuran ada yang besar dan kecil, dengan
perbedaan pada pengaturan/penempatan komponen. Agregat ditimbun pada
suatu tempat, aspal semen disimpan dalam tangki, mineral pengisi dalam
tempat khusus (silo). Yang dipanasi hanya agregat supaya kering, dan
aspal semen supaya mencair.
PENGGUNAAN DAN SIFAT BETON ASPAL
Lapis perkerasan
Beton aspal dapat digunakan untuk lapisan aus (wearing course), perata (leveling course) dan fondasi (base course).
Lapis aus merupakan lapis perkerasan jalan paling atas, yang menerima
dampak langsung dari lalu lintas. Lapis perata berada di bawah lapis
aus, dan di bawah lapis perata merupakan lapis fondasi. Lapisan-lapisan
ini harus cukup kuat, stabil dan tetap ditempat meskipun ada
goncangan-goncangan dari lalu lintas. Lapisan aus harus tahan lama dari
dampak lalu lintas maupun cuaca. Lapis permukaan harus cukup halus agar
ban mobil atau kendaraan yang lewat tidak cepat rusak, tergelincir dan
cukup nyaman bagi penumpangnya. Lapisan aus merupakan agregat yang lebih
halus dengan kadar aspal lebih tinggi dari lapisan lainnya.
Gradasi agregat
Ukuran butir agregat dan persentase berat dari setiap
jenis agregat yang diperlukan, ditentukan dalam persyaratan teknisnya.
Gradasi adalah batas ukuran agregat yang terbesar dan yang terkecil,
jumlah dari masing-masing jenis ukuran, persentase setiap ukuran butir
pada agregat. Agregat akan disaring melalui serangkaian saringan, dari
yang paling kasar sampai yang paling halus. Penentuan gradasi dapat
berdasarkan persentase agregat yang tertahan saringan atau yang lolos
saringan, sesuai jenis campurannya dan jenis lapisan perkerasan
jalannya.
Kekuatan agregat
Aspal beton dibuat dan direncanakan untuk lapisan
perkerasan jalan yang baik. Kualitas perkerasan sangat tergantung pada
kekuatan agregatnya. Agregat halus keras, tahan lama, bersegi-segi agar
saling mengunci.
Kepadatan agregat
Untuk aspal beton yang baik, sangat ditentukan oleh
kepadatan dari agregatnya (jumlah berat dalam volume). Kepadatan
tergantung dari jenis dan gradasi agregat, sehingga disarankan untuk
tidak menggunakan batu bulat dengan ukuran yang sama karena akan banyak
membentuk rongga-rongga kosong. Disarankan menggunakan batu yang dipecah
menjadi debu dan butir-butir batu persegi yang tidak sama bentuknya
sehingga rongga-rongga kosong akan terisi oleh batu pecah yang lebih
halus.
Kestabilan lapis perkerasan
Kekuatan dan kepadatan agregat menentukan kestabilan
perkerasan untuk menahan beban lalu lintas, tanpa ada
perubahan/pergeseran susunan permukaan lapis perkerasan. Penggunaan batu
pecah akan menambah kestabilan karena pergeseran antara dua bidang batu
pecah, dan juga akan memberi permukaan lebih luas untuk penyelimutan
aspal. Kadar aspal dalam campuran juga mempengaruhi kestabilan lapisan,
karena apabila aspalnya terlalu sedikit maka ikatan agregat satu sama
lain menjadi kurang kuat. Sebaliknya apabila aspalnya terlalu banyak
maka ikatan butir satu sama lain akan menjadi licin, sehingga saling
mendorong dan mengakibatkan lepas. Aspal cement harus mempunyai daya
ikat terhadap agregat yang tahan lama untuk kestabilan perkerasan jalan.
Aspal semen harus bersifat luwes (tidak mudah retak) apabila digunakan
sebagai perkerasan, dibandingkan dengan agregat yang kurang dapat
menyesuaikan diri terhadap dampak dari beban lalu lintas dan cuaca.
Rongga kosong
Rongga-rongga kosong sangat mempengaruhi sifat beton
aspal, sehingga perlu diisi dengan mineral atau aspal yang dapat
menyelimuti semua butir-butir agregat tanpa mempengaruhi volumenya.
Meskipun tercampur aspal panas sudah dihampar dan dipadatkan, masih ada
rongga-rongga kosong, karena:
- Dalam cuaca panas, aspal semen akan meleleh dan merembes ke atas permukaan jalan.
- Rongga-rongga pada campuran aspal beton padat akan ditambah padatkan oleh beban lalu lintas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar