Menurut Pedoman Perencanaaan Campuran Beraspal Panas (1999:5), Laston adalah “lapisan penutup konstruksi perkerasan jalan yang
mempunyai nilai struktural. Campuran ini terdiri atas agregat bergradasi
menerus dengan aspal keras, dicampur, dihamparkan dan dipadatkan dalam
keadaan panas pada suhu tertentu”.
Sedangkan menurut Silvia Sukirman (1999:10), Laston adalah” suatu
lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras dan
agregat yang mempunyai gradasi menerus, dicampur, dihampar dan
dipadatkan pada suhu tertentu”.
Ada beberapa jenis beton aspal campuran panas, namun dalam
penelitian ini jenis beton aspal campuran panas yang ditinjau adalah
AC-BC dan AC-WC. Laston sebagai lapisan pengikat (Binder Course) adalah
lapisan yang terletak dibawah lapisan aus. Tidak berhubungan langsung
dengan cuaca, tetapi perlu memiliki stabilitas untuk memikul beban lalu
lintas yang dilimpahkan melalui roda kendaraan dengan tebal nominal
minimum 5 cm. Sedangkan laston sebagai lapis aus (Wearing Course)
adalah lapisan perkerasan yang berhubungan langsung dengan ban
kendaraan, merupakan lapisan yang kedap air, tahan terhadap cuaca, dan
mempunyai kekesatan yang disyaratkan dengan tebal nominal minimum 4 cm.
Lapisan-lapisan tersebut berfungsi untuk menerima beban lalu
lintas dan menyebarkannya kelapisan dibawahnya berupa muatan kendaraan
(gaya vertikal), gaya rem (Horizontal) dan pukulan Roda kendaraan
(getaran).
Karena sifat penyebaran beban, maka beban yang diterima oleh
masing–masing lapisan berbeda dan semakin kebawah semakin besar.
Lapisan yang paling atas disebut lapisan permukaan dimana lapisan
permukaan ini harus mampu menerima seluruh jenis beban yang bekerja.
Oleh karena itu lapisan permukaan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Lapis perkerasan penahan beban roda, harus mempunyai stabilitas tinggi untuk menahan beban roda selama masa pelayanan.
2. Lapis kedap air, sehingga air hujan yang jatuh diatasnya tidak
meresap ke lapisan dibawahnya dan melemahkan lapisan–lapisan tersebut.
3. Lapis aus, lapisan yang langsung menerima gesekan akibat gaya rem dari kendaraan sehingga mudah menjadi aus.
4. Lapisan yang meyebarkan beban kelapisan bawah, sehingga dapat dipikul oleh lapisan lain yang ada di bawahnya.
Untuk dapat memenuhi fungsi tersebut diatas, pada umumnya lapisan
permukaan dibuat dengan menggunakan bahan pengikat aspal sehingga
menghasilkan lapisan yang kedap air dengan stabilitas yang tinggi dan
daya tahan yang lama.
Aspal beton (AC) terdiri dari tiga macam campuran, Laston Lapis
Pengikat (AC-BC), Laston Lapis Aus (AC-WC) dan Laston Lapis Pondasi
(AC-Base) yang ukuran maksimum masing-masing agregatnya adalah 25.4 mm,
19 mm dan 37,5 mm. Ketiga lapisan perkerasan lentur tersebut mempunyai
fungsi-fungsi sebagai berikut :
1. Lapis permukaan antara (Binder Course) mempunyai fungsi:
a. Mengurangi tegangan/regangan akibat beban lalu-lintas dan
meneruskannya ke lapis di bawahnya, harus mempunyai ketebalan dan
kekakuan cukup.
b. Mempunyai kekuatan yang tinggi pada bagian perkerasan untuk menahan beban paling tinggi akibat beban lalu-lintas.
2. Lapis aus permukaan (Wearing Course) mempunyai fungsi:
a. Menyelimuti perkerasan dari pengaruh air.
b. Menyediakan permukaan yang halus.
c. Menyediakan permukaan yang mempunyai karakteristik yang kesat, rata sehingga aman dan nyaman untuk dilalui pengguna.
d. Menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya.
3. Lapis pondasi (Base Course), dapat berupa granular agregat serta berpengikat baik aspal maupun semen, mempunyai fungsi:
a. Mendukung beban pada lapis permukaan.
b. Mengurangi tegangan / regangan dan meneruskannya ke lapisan di bawahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar